07 Juli 2026

Matangkan Rencana Persiapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Tinjau Sasaran Fisik dan non Fisik di Sungkai Utara.

 

LAMPUNG UTARA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0412/Lampung Utara mematangkan rencana kesiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026. Mengusung tema, "Akselerasi Pembangunan di Daerah Pelosok" program kemanunggalan TMMD ini mengintegrasikan pembangunan infrastruktur fisik, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan wawasan kebangsaan masyarakat.


Secara garis besar, program TMMD ke-129 ini membagi kegiatannya ke dalam dua aspek utama, yakni sasaran fisik sebagai infrastruktur penunjang dan sasaran non-fisik guna mengedukasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara non-materiil.


Dalam pelaksanaannya menggenjot Pembangunan Infrastruktur Desa, dan Program Unggulan KASAD

Pada sektor pembangunan fisik, Kodim 0412/LU fokus pada pembukaan akses badan jalan baru sepanjang kurang lebih 1.450 meter dengan lebar kurang lebih 7 meter.


Pembangunan koridor transportasi ini juga didukung dengan pembuatan 3 unit gorong-gorong cor plat berukuran 1 meter x 1 meter x 5 meter guna memastikan sistem drainase jalan dapat berjalan optimal.


Tidak hanya infrastruktur jalan, TMMD kali ini juga mengadopsi program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), yang menyentuh langsung kebutuhan primer warga di pelosok, di antaranya; Akses Air Bersih, Pembuatan 5 unit sumur bor yang tersebar di lahan milik warga (Bapak Seno di Dusun 1, Bapak M. Khusdi di Dusun 3, Ibu Yuarti di Dusun 2, Bapak Wasino di Dusun 2, dan Bapak Wagiman di Dusun 4).


Peningkatan Rumah Tinggal: Pembangunan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus pembuatan 5 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk meningkatkan sanitasi keluarga. Bantuan ini disalurkan kepada warga prasejahtera, yakni Bapak Asron, Bapak Sandri, Bapak Suardi, Ibu Wagiyem, dan Ibu Landep.


Bukan hanya itu, Ketahanan Pangan & Lingkungan, dilakukan Pembukaan lahan ketahanan pangan terpadu seluas 1 hektare, penanaman 200 batang pohon, serta aksi lingkungan berupa pembersihan aliran sungai Way Jerinjing di Desa Baru Raharja. Bagi anak-anak setempat, Kesehatan anak Penyaluran 100 paket nutrisi khusus stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi).


TMMD ke 129 Kodim 0412/LU akan menyentuh aspek sosial lewat puluhan penyuluhan dan pelayanan

guna menyeimbangkan pembangunan fisik, Kodim 0412/LU menggandeng jajaran Polres Lampung Utara, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, hingga berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk menggelar kegiatan sasaran non-fisik massal.


Bukan hanya fisik dan non fisik, Bantuan sosial kemasyarakatan diawali dengan pembagian 50 paket sembako bagi warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis bagi 100 warga, serta sunatan massal yang menyasar 25 anak-anak setempat oleh dinas kesehatan bersama TNI. Dari aspek edukasi dan pelayanan publik, berikut adalah rangkaian sosialisasi yang akan digelar sepanjang rencana program TMMD ke-129.


Bidang Kegiatan Materi Sosialisasi, Pelayanan, Instansi Pelaksana. Penyuluhan Kamtibmas, Bahaya Terorisme, Radikalisme, Hukum, dan UU Perkawinan Polres, Kajari, Pengadilan Agama, & Kodim 0412/LU, termasuk Kesehatan & Sosial Percepatan Penurunan Stunting, Pelayanan KB, Posyandu Balita & Ibu Hamil, serta Penyuluhan Masalah Sosial, Dinas KB, Puskesmas Sungkai Utara, & Dinas Sosial. Ekonomi & Desa Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan UMKM, dan Pengelolaan BUMDes Dinas Koperasi & Perindustrian, Dinas PMDT.


Kemudian, Adminduk Jemput Bola Pembuatan Akta Kelahiran, KK, dan KTP Dinas Dukcapil Lampung Utara Pencegahan Narkoba, Penyuluhan Bahaya Narkotika dari BNN Kabupaten Way Kanan.


Selain itu, pembentukan karakter generasi muda tidak luput dari perhatian. Kodim 0412/LU menjadwalkan pelatihan khusus kader pemuda-pemudi terkait bela negara dan wawasan kebangsaan guna menanamkan jiwa nasionalisme yang kokoh di tingkat desa.


Melalui sinergi lintas sektoral ini, TMMD ke-129 diharapkan tidak sekadar membangun fasilitas fisik yang tampak mata, melainkan juga membangun fondasi sosial, hukum, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Lampung Utara yang lebih kuat dan mandiri.#(Pendim 0412/LU).






05 Juli 2026

Asa menata di Isorejo, Babinsa Serda Abdul Rohman Cat menara sumur bor setinggi 5 meter.

 

LAMPUNG UTARA– Di bawah terik matahari yang menyengat, deru napas bersahutan dengan pekik semangat gotong royong di RK 4 RT 06, Kelurahan Isorejo, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Minggu (05/07/2026).


Sore itu, menjadi saksi bisu bagaimana kemanunggalan TNI dan rakyat terus terjalin. bukan sekadar semboyan belaka, melainkan sebuah aksi nyata yang mengalirkan harapan baru.


Babinsa Koramil 412-02/Sungkai Selatan, Kodim 0412/Lampung Utara, Serda Abdul Rohman, berdiri bekerja sama dengan warga. Kali ini, misinya adalah menuntaskan pembangunan fasilitas sumur bor yang sudah lama dinantikan warga.


Fokus utama hari itu adalah menyentuh aspek estetika sekaligus ketahanan infrastruktur: mengecat menara tiang tower dengan kombinasi warna Merah Putih. Warna tersebut sengaja dipilih bukan tanpa alasan; ia menjadi simbol nasionalisme dan pemantik semangat kemerdekaan yang berdiri tegak tepat di tengah pemukiman warga.


Setelah cat mengering sempurna, di atas fondasi yang kokoh momen yang menguras peluh pun tiba. Menegakkan menara besi setinggi 5 meter bukanlah perkara mudah. Namun, di bawah komando yang humanis, Serda Abdul Rohman bersama Kepala RK 4, Bapak Edi, serta tiga orang tenaga ahli saling bahu-membahu. Dengan otot yang menegang dan kerja sama yang solid, menara seberat itupun perlahan terangkat dan berdiri tegak menantang langit Kelurahan Isorejo.


Mengalirkan air kehidupan, menghapus dahaga. Pembangunan fasilitas air bersih ini dirancang dengan penuh perhitungan teknis yang matang, untuk memastikan daya tahannya jangka panjang. Kedalaman mencapai 60 Meter (menembus lapisan tanah demi mendapatkan mata air murni). tinggi menara pun menjulang 5 meter.


Agenda selanjutnya pengangkatan toren (gentong air) 5000 liter dan instalasi pipa ke rumah warga. Sentuhan nyata untuk 25 Kepala keluarga. Di balik angka-angka teknis tersebut, ada senyum bahagia warga yang membayang. Air bersih dari sumur bor TNI-AD ini nantinya akan langsung mengalir ke rumah-rumah penduduk di wilayah RT 03, RT 04, dan RT 06 Kelurahan Isorejo.


Sekitar 25 Kepala Keluarga (KK) akan segera terbebas dari kesulitan air bersih. Dengan jarak terjauh pemukiman hanya 100 meter dan terdekat 5 meter dari titik bor, akses air bersih kini berada tepat di depan mata mereka.


Seluruh proses penegakan menara berjalan dengan aman dan sukses, Langkah berat hari ini telah dilewati dengan selamat tanpa ada kendala yang berarti. Bagi warga Isorejo, tegaknya menara Merah Putih setinggi 5 meter itu bukan sekadar berdirinya tiang besi. Ia adalah simbol hadirnya negara melalui tangan dingin seorang Babinsa.


Sebuah monumen gotong royong yang membawa pesan kuat: bahwa kesulitan sedalam 60 meter pun bisa teratasi ketika TNI dan rakyat berjalan beriringan. Pihak Koramil dan warga berharap, pemasangan toren penampung dan instalasi pipa ke rumah-rumah dapat segera rampung dalam waktu dekat, agar air kehidupan itu bisa dinikmati segera ke dapur-dapur warga. #(Pendim 0412/LU).







Genjot Penyelesaian Jembatan Perintis Garuda, Koramil Tanjung Raja Bersama Warga Fokus Finishing, Pasang Bata Hebel Pengaman dan Tiang Gapura.

LAMPUNG UTARA– Sinergitas kuat antara TNI dan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata di tingkat wilayah. Personel Koramil 412-10/Tanjung Raja, Kodim 0412/Lampung Utara, bersama warga setempat bahu-membahu menggenjot fase akhir pembangunan Jembatan Perintis Garuda berjenis beton yang berlokasi di Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Pada Minggu (05/07/2026).


Pengerjaan gotong royong yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut difokuskan pada tiga agenda sasaran utama, yakni tahap penyelesaian akhir (finishing), pemasangan bata hebel sebagai dinding pengaman jembatan, serta pemasangan tiang gapura sebagai simbol kesiapan infrastruktur baru tersebut.


Pembangunan infrastruktur penghubung ini menjadi sangat krusial mengingat jembatan beton sepanjang 10 meter dan lebar 2 meter tersebut membentang langsung di atas Sungai Way Munjung yang memiliki bentang lebar 6 meter.


Sungai tersebut dikenal memiliki fluktuasi debit air yang cukup ekstrem, di mana kedalaman air saat kondisi normal/kering berkisar 2 meter, namun dapat melonjak drastis hingga ketinggian 4 meter saat dilanda hujan deras. Oleh karena itu, percepatan pemasangan dinding pengaman berbahan bata hebel dirancang sangat kokoh guna menjamin keselamatan para pelintas saat debit air meningkat.


Kegiatan hari ini melibatkan perwakilan dari berbagai unsur secara proporsional, di antaranya para personel dari Koramil 412-10/TJR, perwakilan masyarakat Desa Srimenanti, serta perwakilan masyarakat dari Desa Sindang Agung. Kehadiran perwakilan dari dua desa yang berbeda ini merefleksikan rasa kebersamaan dan kepemilikan atas fasilitas umum yang memang sudah lama dinantikan.


Bagi masyarakat setempat, Jembatan Perintis Garuda berjenis Beton ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi perekonomian, pendidikan, dan sosial yang menghubungkan Desa Srimenanti dan Desa Sindang Agung.


Jalur ini merupakan akses utama yang digunakan warga sehari-hari untuk mengeluarkan hasil bumi, menjangkau sarana pendidikan, hingga menjadi jalur vital mobilitas belanja logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diserap oleh kedua desa di wilayah Kecamatan Tanjung Raja tersebut.


Infrastruktur ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi mobilitas harian 1.855 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 6.176 jiwa penduduk.


Dengan fokus pengerjaan pada beberapa aspek ini, penyelesaian total jembatan kini tinggal menghitung hari. Berkat kerja keras personel Koramil 412-10/Tanjung Raja bersama masyarakat, jembatan ini diharapkan dapat segera diresmikan dan beroperasi penuh guna menghadirkan rasa aman sekaligus mendongkrak roda perekonomian antardesa.#(Pendim 0412/LU).






02 Juli 2026

Pra-TMMD Ke-129 Kodim 0412/LU Masuki Tahap Pembukaan Badan Jalan, Perkuat Akses dan Harapan Masyarakat

 

Sungkai Utara – Deru alat berat memecah keheningan pagi di Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (2/7/2026). Di tengah hamparan hijau pedesaan, excavator mulai membuka badan jalan baru, menyingkirkan tanah dan semak belukar yang selama ini menjadi penghalang mobilitas masyarakat. Di balik proses pembangunan tersebut, tersimpan harapan besar akan hadirnya kehidupan yang lebih maju dan sejahtera bagi warga.


Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0412/LU kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Salah satu sasaran utama Pra-TMMD kali ini adalah pembukaan badan jalan sepanjang 1.450 meter dengan lebar 8 meter. Jalan tersebut akan menghubungkan Kecamatan Sungkai Utara dengan Kecamatan Sungkai Tengah, sekaligus menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Baru Raharja dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mempermudah akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta memperlancar konektivitas antarwilayah yang selama ini terkendala kondisi medan.


Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Ke-129 bersama masyarakat. Di bawah teriknya matahari, semangat kebersamaan tampak begitu kuat. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembangunan, tetapi turut mengambil bagian secara langsung sebagai wujud kepedulian dan rasa memiliki terhadap kemajuan desanya.


Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman, menegaskan bahwa pembangunan badan jalan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.


"Jalan adalah urat nadi kehidupan desa. Ketika akses terbuka, maka ekonomi bergerak, pendidikan semakin mudah dijangkau, pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. Itulah tujuan utama TMMD, menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan TMMD tidak terlepas dari semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.


"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat. Kemanunggalan bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, dan kepedulian yang tulus demi kemajuan bersama," tambahnya.


Bagi masyarakat Desa Baru Raharja, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang. Selama bertahun-tahun mereka harus menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi lumpur dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.


Kini harapan itu mulai terwujud. Jalan yang perlahan terbuka menjadi simbol hadirnya masa depan yang lebih cerah. Akses yang semakin baik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan aktivitas masyarakat, serta membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi desa.


(Pendim 0412/LU)