10 Juli 2026

Lawan Tumpukan Sampah Sungai; Kodim 0412/LU Motori aksi Bersih-Bersih Sungai Bersejarah Way Sesah, Radin Inten Asri.

LAMPUNG UTARA– Wajah Aliran Sungai Way Sesah di seputaran Jembatan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, mendadak ramai pada Jumat (10/07/2026) pagi. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat setempat tampak bahu-membahu menyisir dan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.


Aksi gotong royong berskala besar ini merupakan bagian dari gerakan serentak "Radin Inten Asri" yang diinisiasi oleh Kodam XXI/Radin Inten Lampung dan Bengkulu. Di tingkat Kabupaten Lampung Utara, aksi nyata ini dikomandoi langsung oleh Dandim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman.


Demi Ikon Sejarah, Gerakan "Radin Inten Asri" sendiri dikendalikan langsung oleh Pangdam XXI/RI, Mayjend TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., (Han), melalui fasilitas Video Conference (Vicon) terpusat dari Bandar Lampung.


Sebagai komando yang membawahi dua provinsi sekaligus. gerakan ini serentak masif digulirkan di berbagai titik strategis. Di Lampung Utara sendiri, Kodim 0412/LU secara jeli memilih Aliran Sungai Way Sesah, Jembatan Muara Jaya sebagai sasaran utama.


Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, Iconik Jembatan yang dibangun sejak tahun 1974 silam tersebut memiliki peran yang sangat strategis bagi mobilitas dan sejarah urat nadi mobilitas perekonomian masyarakat Kotabumi.


 "Mari kita laksanakan kebersihan di lingkungan kita dengan penuh antusias. Saya yakin area kita akan menjadi bersih," ujar Letkol Inf Roni Faturohman membakar semangat para peserta saat memberikan pengarahan sebelum korve dimulai.


Dari Sungai, Menular ke Lingkungan Rumah, Dandim juga menegaskan bahwa esensi dari Gerakan Radin Inten Asri ini tidak boleh berhenti setelah sampah di sungai selesai diangkut. Ia berharap aksi ini memicu efek kejut bagi kesadaran lingkungan yang lebih luas.


"Ini tidak berlaku di seputaran Jembatan Way Sesah saja, tapi bisa berkembang ke depan rumah masing-masing, kantor-kantor, dan lingkungan kerja lainnya. Mari kita laksanakan dengan gembira dan senang hati. Bila ada kendala, segera laporkan pada kesempatan pertama," tambah Letkol Inf Roni.


Pantauan di lapangan menunjukkan atmosfer korve (gotong royong) berlangsung cair, namun tetap proaktif. semua pihak menyambut baik kegiatan Radin Inten Asri yang mencerminkan kuatnya kembali budaya gotong royong yang kini mulai langka di era modern.


Dengan wajah baru sungai Way Sesah Muara Jaya kini lebih bersih dari sebelumnya, masyarakat diharapkan bisa menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan, keberlangsungan dan kebersihan lingkungan demi mencegah potensi banjir. #(Pendim 0412/LU).









09 Juli 2026

Pangdam XXI/RI Kawal Ketahanan Pangan Tubaba hingga Dianugerahi Gelar Adat 'Raja Satria Negara' di Lampung Utara.

 

LAMPUNG UTARA– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), melakukan rangkaian kunjungan kerja udara dan darat di dua kabupaten sekaligus, Kamis (09/07/2026).


Menggunakan Helikopter Bell HA 517e milik TNI, jenderal bintang dua tersebut membagi agendanya untuk mengawal penguatan ekonomi kerakyatan di Tulang Bawang Barat (Tubaba) sebelum bertolak ke tanah kelahirannya di Lampung Utara guna menerima penganugerahan gelar adat.


Jaga Ketahanan Ekonomi di Tubaba, Rangkaian kerja dimulai pagi hari pukul 08.43 WIB saat helikopter yang membawa Pangdam beserta rombongan, termasuk Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, mendarat mulus di Lapangan Sepak Bola Desa Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tubaba.


Kehadiran jenderal nomor satu di Kodam XXI/RI ini bertolak langsung menuju Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa/Tiyuh Pulung Kencana setempat untuk melakukan peninjauan strategis.


Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, S.H., yang hadir mewakili Bupati, menyambut hangat kedatangan Pangdam. Dalam sambutannya, Nadirsyah menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar lembaga keuangan dan barang, melainkan pilar kemandirian ekonomi yang bergerak berbasis gotong royong demi menjaga ketahanan pangan masyarakat dari akar rumput.


"Sinergi antara TNI melalui Babinsa dengan kelompok tani dan koperasi terbukti mampu menciptakan stabilitas wilayah. Ketika ekonomi desa kuat, ketahanan wilayah pun akan semakin kokoh," ujar Nadirsyah mengapresiasi peran TNI.


Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menekankan pentingnya kehadiran koperasi dalam struktur pangsa pasar desa.

"KDKMP ini berdiri bukan sebagai pesaing warung-warung warga, tapi sebagai rantai pasok agar harga disesuaikan dan adil bagi semua pihak. Kami atur mekanismenya agar tidak ada yang dirugikan," tegas Pangdam.


Pangdam juga berpesan agar masyarakat menjaga fasilitas tersebut dengan baik dan bijak menyaring informasi demi kondusivitas program strategis nasional. Sebelum berpamitan, Pangdam menyempatkan diri menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar wilayah koperasi Tiyuh Pulung Kencana.


Pulang Kampung ke Kabupaten Lampung Utara, Kristomei Sianturi yang lahir di Kotabumi, Resmi Menyandang Gelar 'Raja Satria Negara'. Usai merampungkan agenda ekonomi di Tubaba, tepat pukul 09.46 WIB, helikopter Pangdam segera take off menuju Stadion Sukung Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.


Kunjungan kali ini terasa sangat emosional megah luar biasa, bagi sang Jenderal. Suku boleh Batak, namun bumi Kotabumi merupakan tanah kelahiran sekaligus tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya. di bumi Kotabumi pulalah ia akan kembali ke tanah asal kelahirannya.


Setibanya di lapangan stadion sukung Kotabumi, rombongan yang disambut hangat Jajaran forkopimda, tokoh agama, tokoh adat dan toma, menuju Rumdis Bupati Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., sebelum bertolak menuju kediaman tokoh adat Ansyori Sabak di Jalan Teratai, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan.


Di lokasi inilah prosesi sakral adat Lampung, "Angkon Muakhi" dimulai. (pengangkatan saudara), digelar. Dalam upacara adat yang dihadiri oleh para penyimbang adat Abung Siwo Migo, hingga elemen mahasiswa, Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara resmi diangkat menjadi warga kehormatan bagi masyarakat adat Lampung Utara dengan menyandang gelar kehormatan "Raja Satria Negara".


Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyebut momen historis ini bukan sekadar seremonial. "Acara adat ini mengukuhkan beliau sebagai putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Ini sejarah bagi anak cucu kita, bahwa latar belakang suku yang berbeda dapat menyatu dan diterima sepenuhnya di dalam masyarakat adat." tutur Bupati'.


Beliau merupakan aset daerah karena memiliki keterikatan dengan Lampung Utara sebagai tempat kelahirannya meski berasal dari suku Batak perjalanan hidup dan pengabdiannya membuat dirinya menjadi bagian dari masyarakat Lampung.


Acara Adat Angkon Muakhi dan pemberian gelar adat ini dilakukan agar jelas pengakuannya, dengan prosesi ini beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara khususnya Abung Siwo Migo. Ini menjadi sejarah bagi anak cucu kita bahwa seseorang dari latar belakang suku berbeda dapat menyatu diterima dan menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung. "Terang Bupati".


Prosesi penyematan gelar yang berlangsung khidmat itupun sukses memantik haru semua pihak. "Dari lubuk hati yang paling dalam, hari ini saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung. Tidak mungkin saya melupakan Kotabumi," ungkap Mayjen TNI Kristomei dengan penuh emosional saat memberikan sambutan.


Pangdam Kristomei Sianturi juga menambahkan komitmennya untuk terus berdiskusi dengan Pemda demi mengembalikan kejayaan masa lalu Lampung Utara sebagai pusat pertumbuhan wilayah. ketika seseorang telah diangkat menjadi saudara maka ia memiliki ikatan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga besar.


Dari lubuk hati yang paling dalam, baik atas nama pribadi maupun selaku Pangdam, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami melalui penganugerahan gelar adat ini. Bagi saya pribadi, ini adalah sebuah momen yang sangat mengharukan. Hari ini, saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara.


Sebagai Pangdam, dalam berbagai kesempatan saya banyak berdiskusi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Fokus diskusi kita sama, bagaimana kita bersama- sama mencari cara terbaik untuk membangun Lampung Utara. Kita ingin kabupaten ini maju, tidak tertinggal dari kabupaten lainnya, dan kalaulah bisa kita kembalikan kejayaan Lampung Utara seperti zaman dulukala, di mana wilayah ini merupakan kampung tua yang menjadi pusat dari segalanya." terang Pangdam XXI/RI Kristomei Sianturi".


Setelah menjalani rangkaian adat, Pangdam XXI/RI beserta rombongan menyempatkan diri singgah di Koramil 412-04/Kotabumi, disambut oleh Piket Koramil Kopka Dwi Sasmito, sebelum akhirnya kembali ke Stadion Sukung Kotabumi. pada pukul 12.50 WIB Pangdam dan rombongan bertolak via udara menuju Bandar Lampung. Seluruh rangkaian kunjungan kerja maraton di dua kabupaten ini berjalan aman, dan kondusif. #(Pendim 0412/LU).

























07 Juli 2026

Koramil 412-01/TBT Terima Pendistribusian Material Jembatan Perintis Armco di Pulung Kencana.

 

TULANG BAWANG BARAT– Jajaran Koramil 412-01/Tulang Bawang Tengah (TBT), Kodim 0412/Lampung Utara, bergerak cepat sambut dan terima pendistribusian material jembatan perintis armco dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat tiyuh. 


Pada Selasa sore (07/07/2026), TNI bersama warga setempat melaksanakan proses penurunan dan penerimaan material Jembatan Perintis Armco di titik Pulung Kencana 1, Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).


Penerimaan yang berlangsung mulai pukul 17.50 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Danramil 412-01/TBT, Kapten Chk Ujang Sugihardi, S.H., dengan didampingi tiga orang personel Babinsa. Hadir pula di lokasi, Kepala Tiyuh Pulung Kencana, Bapak Hendarwan, S.H., M.H., bersama belasan warga yang antusias ikut bergotong-royong membantu proses bongkar muat material jembatan.


Jembatan Perintis Armco ini sengaja dibangun di atas Sungai Pulung Kencana 1 yang memiliki lebar 4 meter. Rencananya, jembatan ini akan dibuat dengan panjang 6 meter lebar 4 meter Pemilihan jenis jembatan baja bergelombang (Armco) dinilai sangat tepat mengingat kondisi debit air sungai yang fluktuatif, di mana saat cuaca kering kedalaman air hanya sekitar 50 cm, namun bisa melonjak hingga 1 meter saat dilanda hujan deras.


Keberadaan jembatan ini memiliki peran yang sangat strategis bagi mobilitas warga. Selain menjadi penghubung utama antara Tiyuh Pulung Kencana dengan Tiyuh Marga Kencana, jalur ini juga merupakan jalur utama mobilitas perekonomian dan pendidikan yang saban hari dilewati oleh warga Tiyuh Pulung Kencana dan Tiyuh Candra Mukti.


Berdasarkan data di lapangan, jembatan ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang besar dengan penerima manfaat mencapai 3.025 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 9.902 jiwa. "Lokasi jembatan ini juga merupakan akses utama bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi sekaligus jalur perlintasan sarana pendidikan anak-anak sekolah.


Dengan dibangunnya Jembatan Armco ini, kita berharap transportasi warga menjadi lebih aman dan lancar, baik di musim kemarau maupun musim penghujan," ujar Danramil 412-01/TBT, Kapten Chk Ujang Sugihardi, S.H.


Kebersamaan Gotong-royong antara personel Koramil 412-01/TBT dan warga Tiyuh Pulung Kencana ini menjadi pemantik dalam menghidupkan semangat baru yang mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat akan selalu tumbuh di tingkat desa.#(Pendim 0412/LU).






Matangkan Rencana Persiapan TMMD ke-129, Kodim 0412/LU Tinjau Sasaran Fisik dan non Fisik di Sungkai Utara.

 

LAMPUNG UTARA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0412/Lampung Utara mematangkan rencana kesiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026. Mengusung tema, "Akselerasi Pembangunan di Daerah Pelosok" program kemanunggalan TMMD ini mengintegrasikan pembangunan infrastruktur fisik, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan wawasan kebangsaan masyarakat.


Secara garis besar, program TMMD ke-129 ini membagi kegiatannya ke dalam dua aspek utama, yakni sasaran fisik sebagai infrastruktur penunjang dan sasaran non-fisik guna mengedukasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara non-materiil.


Dalam pelaksanaannya menggenjot Pembangunan Infrastruktur Desa, dan Program Unggulan KASAD

Pada sektor pembangunan fisik, Kodim 0412/LU fokus pada pembukaan akses badan jalan baru sepanjang kurang lebih 1.450 meter dengan lebar kurang lebih 7 meter.


Pembangunan koridor transportasi ini juga didukung dengan pembuatan 3 unit gorong-gorong cor plat berukuran 1 meter x 1 meter x 5 meter guna memastikan sistem drainase jalan dapat berjalan optimal.


Tidak hanya infrastruktur jalan, TMMD kali ini juga mengadopsi program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), yang menyentuh langsung kebutuhan primer warga di pelosok, di antaranya; Akses Air Bersih, Pembuatan 5 unit sumur bor yang tersebar di lahan milik warga (Bapak Seno di Dusun 1, Bapak M. Khusdi di Dusun 3, Ibu Yuarti di Dusun 2, Bapak Wasino di Dusun 2, dan Bapak Wagiman di Dusun 4).


Peningkatan Rumah Tinggal: Pembangunan 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus pembuatan 5 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk meningkatkan sanitasi keluarga. Bantuan ini disalurkan kepada warga prasejahtera, yakni Bapak Asron, Bapak Sandri, Bapak Suardi, Ibu Wagiyem, dan Ibu Landep.


Bukan hanya itu, Ketahanan Pangan & Lingkungan, dilakukan Pembukaan lahan ketahanan pangan terpadu seluas 1 hektare, penanaman 200 batang pohon, serta aksi lingkungan berupa pembersihan aliran sungai Way Jerinjing di Desa Baru Raharja. Bagi anak-anak setempat, Kesehatan anak Penyaluran 100 paket nutrisi khusus stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi).


TMMD ke 129 Kodim 0412/LU akan menyentuh aspek sosial lewat puluhan penyuluhan dan pelayanan

guna menyeimbangkan pembangunan fisik, Kodim 0412/LU menggandeng jajaran Polres Lampung Utara, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, hingga berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk menggelar kegiatan sasaran non-fisik massal.


Bukan hanya fisik dan non fisik, Bantuan sosial kemasyarakatan diawali dengan pembagian 50 paket sembako bagi warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis bagi 100 warga, serta sunatan massal yang menyasar 25 anak-anak setempat oleh dinas kesehatan bersama TNI. Dari aspek edukasi dan pelayanan publik, berikut adalah rangkaian sosialisasi yang akan digelar sepanjang rencana program TMMD ke-129.


Bidang Kegiatan Materi Sosialisasi, Pelayanan, Instansi Pelaksana. Penyuluhan Kamtibmas, Bahaya Terorisme, Radikalisme, Hukum, dan UU Perkawinan Polres, Kajari, Pengadilan Agama, & Kodim 0412/LU, termasuk Kesehatan & Sosial Percepatan Penurunan Stunting, Pelayanan KB, Posyandu Balita & Ibu Hamil, serta Penyuluhan Masalah Sosial, Dinas KB, Puskesmas Sungkai Utara, & Dinas Sosial. Ekonomi & Desa Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan UMKM, dan Pengelolaan BUMDes Dinas Koperasi & Perindustrian, Dinas PMDT.


Kemudian, Adminduk Jemput Bola Pembuatan Akta Kelahiran, KK, dan KTP Dinas Dukcapil Lampung Utara Pencegahan Narkoba, Penyuluhan Bahaya Narkotika dari BNN Kabupaten Way Kanan.


Selain itu, pembentukan karakter generasi muda tidak luput dari perhatian. Kodim 0412/LU menjadwalkan pelatihan khusus kader pemuda-pemudi terkait bela negara dan wawasan kebangsaan guna menanamkan jiwa nasionalisme yang kokoh di tingkat desa.


Melalui sinergi lintas sektoral ini, TMMD ke-129 diharapkan tidak sekadar membangun fasilitas fisik yang tampak mata, melainkan juga membangun fondasi sosial, hukum, dan ekonomi masyarakat Kabupaten Lampung Utara yang lebih kuat dan mandiri.#(Pendim 0412/LU).






05 Juli 2026

Asa menata di Isorejo, Babinsa Serda Abdul Rohman Cat menara sumur bor setinggi 5 meter.

 

LAMPUNG UTARA– Di bawah terik matahari yang menyengat, deru napas bersahutan dengan pekik semangat gotong royong di RK 4 RT 06, Kelurahan Isorejo, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Minggu (05/07/2026).


Sore itu, menjadi saksi bisu bagaimana kemanunggalan TNI dan rakyat terus terjalin. bukan sekadar semboyan belaka, melainkan sebuah aksi nyata yang mengalirkan harapan baru.


Babinsa Koramil 412-02/Sungkai Selatan, Kodim 0412/Lampung Utara, Serda Abdul Rohman, berdiri bekerja sama dengan warga. Kali ini, misinya adalah menuntaskan pembangunan fasilitas sumur bor yang sudah lama dinantikan warga.


Fokus utama hari itu adalah menyentuh aspek estetika sekaligus ketahanan infrastruktur: mengecat menara tiang tower dengan kombinasi warna Merah Putih. Warna tersebut sengaja dipilih bukan tanpa alasan; ia menjadi simbol nasionalisme dan pemantik semangat kemerdekaan yang berdiri tegak tepat di tengah pemukiman warga.


Setelah cat mengering sempurna, di atas fondasi yang kokoh momen yang menguras peluh pun tiba. Menegakkan menara besi setinggi 5 meter bukanlah perkara mudah. Namun, di bawah komando yang humanis, Serda Abdul Rohman bersama Kepala RK 4, Bapak Edi, serta tiga orang tenaga ahli saling bahu-membahu. Dengan otot yang menegang dan kerja sama yang solid, menara seberat itupun perlahan terangkat dan berdiri tegak menantang langit Kelurahan Isorejo.


Mengalirkan air kehidupan, menghapus dahaga. Pembangunan fasilitas air bersih ini dirancang dengan penuh perhitungan teknis yang matang, untuk memastikan daya tahannya jangka panjang. Kedalaman mencapai 60 Meter (menembus lapisan tanah demi mendapatkan mata air murni). tinggi menara pun menjulang 5 meter.


Agenda selanjutnya pengangkatan toren (gentong air) 5000 liter dan instalasi pipa ke rumah warga. Sentuhan nyata untuk 25 Kepala keluarga. Di balik angka-angka teknis tersebut, ada senyum bahagia warga yang membayang. Air bersih dari sumur bor TNI-AD ini nantinya akan langsung mengalir ke rumah-rumah penduduk di wilayah RT 03, RT 04, dan RT 06 Kelurahan Isorejo.


Sekitar 25 Kepala Keluarga (KK) akan segera terbebas dari kesulitan air bersih. Dengan jarak terjauh pemukiman hanya 100 meter dan terdekat 5 meter dari titik bor, akses air bersih kini berada tepat di depan mata mereka.


Seluruh proses penegakan menara berjalan dengan aman dan sukses, Langkah berat hari ini telah dilewati dengan selamat tanpa ada kendala yang berarti. Bagi warga Isorejo, tegaknya menara Merah Putih setinggi 5 meter itu bukan sekadar berdirinya tiang besi. Ia adalah simbol hadirnya negara melalui tangan dingin seorang Babinsa.


Sebuah monumen gotong royong yang membawa pesan kuat: bahwa kesulitan sedalam 60 meter pun bisa teratasi ketika TNI dan rakyat berjalan beriringan. Pihak Koramil dan warga berharap, pemasangan toren penampung dan instalasi pipa ke rumah-rumah dapat segera rampung dalam waktu dekat, agar air kehidupan itu bisa dinikmati segera ke dapur-dapur warga. #(Pendim 0412/LU).







Genjot Penyelesaian Jembatan Perintis Garuda, Koramil Tanjung Raja Bersama Warga Fokus Finishing, Pasang Bata Hebel Pengaman dan Tiang Gapura.

LAMPUNG UTARA– Sinergitas kuat antara TNI dan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata di tingkat wilayah. Personel Koramil 412-10/Tanjung Raja, Kodim 0412/Lampung Utara, bersama warga setempat bahu-membahu menggenjot fase akhir pembangunan Jembatan Perintis Garuda berjenis beton yang berlokasi di Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Pada Minggu (05/07/2026).


Pengerjaan gotong royong yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut difokuskan pada tiga agenda sasaran utama, yakni tahap penyelesaian akhir (finishing), pemasangan bata hebel sebagai dinding pengaman jembatan, serta pemasangan tiang gapura sebagai simbol kesiapan infrastruktur baru tersebut.


Pembangunan infrastruktur penghubung ini menjadi sangat krusial mengingat jembatan beton sepanjang 10 meter dan lebar 2 meter tersebut membentang langsung di atas Sungai Way Munjung yang memiliki bentang lebar 6 meter.


Sungai tersebut dikenal memiliki fluktuasi debit air yang cukup ekstrem, di mana kedalaman air saat kondisi normal/kering berkisar 2 meter, namun dapat melonjak drastis hingga ketinggian 4 meter saat dilanda hujan deras. Oleh karena itu, percepatan pemasangan dinding pengaman berbahan bata hebel dirancang sangat kokoh guna menjamin keselamatan para pelintas saat debit air meningkat.


Kegiatan hari ini melibatkan perwakilan dari berbagai unsur secara proporsional, di antaranya para personel dari Koramil 412-10/TJR, perwakilan masyarakat Desa Srimenanti, serta perwakilan masyarakat dari Desa Sindang Agung. Kehadiran perwakilan dari dua desa yang berbeda ini merefleksikan rasa kebersamaan dan kepemilikan atas fasilitas umum yang memang sudah lama dinantikan.


Bagi masyarakat setempat, Jembatan Perintis Garuda berjenis Beton ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi perekonomian, pendidikan, dan sosial yang menghubungkan Desa Srimenanti dan Desa Sindang Agung.


Jalur ini merupakan akses utama yang digunakan warga sehari-hari untuk mengeluarkan hasil bumi, menjangkau sarana pendidikan, hingga menjadi jalur vital mobilitas belanja logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diserap oleh kedua desa di wilayah Kecamatan Tanjung Raja tersebut.


Infrastruktur ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi mobilitas harian 1.855 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 6.176 jiwa penduduk.


Dengan fokus pengerjaan pada beberapa aspek ini, penyelesaian total jembatan kini tinggal menghitung hari. Berkat kerja keras personel Koramil 412-10/Tanjung Raja bersama masyarakat, jembatan ini diharapkan dapat segera diresmikan dan beroperasi penuh guna menghadirkan rasa aman sekaligus mendongkrak roda perekonomian antardesa.#(Pendim 0412/LU).