08 Agustus 2026

Atasi Kelangkaan Air Bersih, Babinsa Peltu Satya Ranner Anggara Rampungkan Pembangunan Sumur Bor di Tanjung Aman.

 

LAMPUNG UTARA– Upaya TNI-AD dalam membantu mengatasi kesulitan air bersih di tengah warga masyarakat kembali terwujud. Babinsa Koramil 412-04/Kotabumi, Peltu Satya Ranner Anggara, berhasil merampungkan pembangunan fasilitas sumur bor di Jalan Wredatama, Gang Nuri III, LK 03 RT 03, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.


Pembangunan infrastruktur air bersih ini dipastikan rampung 100 persen pada Sabtu (08/08/2026) pukul 16.30 WIB. Tahap akhir pengerjaan ditandai dengan proses pengecatan tiang tower serta pemasangan toren penampung air. Saat ini, air jernih telah mengalir dan fasilitas tersebut sudah siap digunakan sepenuhnya oleh warga sekitar.


Rangkaian pengerjaan teknis dilakukan secara terstruktur bersama tiga orang tenaga ahli dan partisipasi aktif warga. Proses dimulainya pengerjaan mencakup penggalian sumur hingga kedalaman 54 meter, pemasangan pipa, hingga tahap pengurasan air kotor. Selain itu, pengerjaan konstruksi fisik meliputi penggalian pondasi, pengecoran, perakitan, pengelasan, hingga pengecatan tiang tower setinggi 5 meter. Area bawah juga dilengkapi dengan lantai semen pembuangan air dari keran berukuran 3 x 3 meter.


Kehadiran sumur bor ini menjadi solusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setempat. Tercatat sebanyak kurang lebih 40 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan RT 03 LK 03 menjadi penerima manfaat langsung dari fasilitas ini. Jarak dari titik sumur bor ke pemukiman warga terdekat berkisar 300 meter, memudahkan akses pengambilan air bersih harian.


Selama proses peresmian akhir, hadir di lokasi Babinsa Koramil 412-04/Kotabumi Peltu Satya Ranner Anggara, Ketua RT 03 Ibu Andri Yani, tokoh masyarakat Bapak Jamhuri, serta para tenaga ahli pengerjaan.


Babinsa Peltu Satya Ranner Anggara menyampaikan bahwa selesainya sarana sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD Kodim 0412/Lampung Utara dalam mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan. Ia mengimbau agar warga dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut secara terpadu. 


 “Pembangunan sumur bor ini kita kerjakan bersama-sama secara gotong royong. Alhamdulillah, sekarang sudah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh warga. Kami berharap fasilitas ini dapat digunakan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Peltu Anggara.


Apresiasi dan rasa syukur juga disampaikan oleh perwakilan warga penerima manfaat yang merasa terbantu atas hadirnya sarana air bersih di lingkungan mereka.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Bapak Pangdam XXI/Radin Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta jajaran Kodim dan Koramil yang telah membantu kami dalam pembuatan sumur bor di tempat kami,” ungkap salah seorang warga setempat.


Seluruh rangkaian kegiatan pembangunan sarana sumur bor hingga penyerahan manfaat kepada warga berjalan dalam situasi aman, lancar, dan kondusif. Diharapkan dengan beroperasinya fasilitas ini, kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Kelurahan Tanjung Aman dapat terus meningkat."ungkapnya "#(Pendim 0412/LU).





10 Juli 2026

Lawan Tumpukan Sampah Sungai; Kodim 0412/LU Motori aksi Bersih-Bersih Sungai Bersejarah Way Sesah, Radin Inten Asri.

LAMPUNG UTARA– Wajah Aliran Sungai Way Sesah di seputaran Jembatan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, mendadak ramai pada Jumat (10/07/2026) pagi. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat setempat tampak bahu-membahu menyisir dan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.


Aksi gotong royong berskala besar ini merupakan bagian dari gerakan serentak "Radin Inten Asri" yang diinisiasi oleh Kodam XXI/Radin Inten Lampung dan Bengkulu. Di tingkat Kabupaten Lampung Utara, aksi nyata ini dikomandoi langsung oleh Dandim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman.


Demi Ikon Sejarah, Gerakan "Radin Inten Asri" sendiri dikendalikan langsung oleh Pangdam XXI/RI, Mayjend TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., (Han), melalui fasilitas Video Conference (Vicon) terpusat dari Bandar Lampung.


Sebagai komando yang membawahi dua provinsi sekaligus. gerakan ini serentak masif digulirkan di berbagai titik strategis. Di Lampung Utara sendiri, Kodim 0412/LU secara jeli memilih Aliran Sungai Way Sesah, Jembatan Muara Jaya sebagai sasaran utama.


Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, Iconik Jembatan yang dibangun sejak tahun 1974 silam tersebut memiliki peran yang sangat strategis bagi mobilitas dan sejarah urat nadi mobilitas perekonomian masyarakat Kotabumi.


 "Mari kita laksanakan kebersihan di lingkungan kita dengan penuh antusias. Saya yakin area kita akan menjadi bersih," ujar Letkol Inf Roni Faturohman membakar semangat para peserta saat memberikan pengarahan sebelum korve dimulai.


Dari Sungai, Menular ke Lingkungan Rumah, Dandim juga menegaskan bahwa esensi dari Gerakan Radin Inten Asri ini tidak boleh berhenti setelah sampah di sungai selesai diangkut. Ia berharap aksi ini memicu efek kejut bagi kesadaran lingkungan yang lebih luas.


"Ini tidak berlaku di seputaran Jembatan Way Sesah saja, tapi bisa berkembang ke depan rumah masing-masing, kantor-kantor, dan lingkungan kerja lainnya. Mari kita laksanakan dengan gembira dan senang hati. Bila ada kendala, segera laporkan pada kesempatan pertama," tambah Letkol Inf Roni.


Pantauan di lapangan menunjukkan atmosfer korve (gotong royong) berlangsung cair, namun tetap proaktif. semua pihak menyambut baik kegiatan Radin Inten Asri yang mencerminkan kuatnya kembali budaya gotong royong yang kini mulai langka di era modern.


Dengan wajah baru sungai Way Sesah Muara Jaya kini lebih bersih dari sebelumnya, masyarakat diharapkan bisa menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan, keberlangsungan dan kebersihan lingkungan demi mencegah potensi banjir. #(Pendim 0412/LU).









09 Juli 2026

Pangdam XXI/RI Kawal Ketahanan Pangan Tubaba hingga Dianugerahi Gelar Adat 'Raja Satria Negara' di Lampung Utara.

 

LAMPUNG UTARA– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), melakukan rangkaian kunjungan kerja udara dan darat di dua kabupaten sekaligus, Kamis (09/07/2026).


Menggunakan Helikopter Bell HA 517e milik TNI, jenderal bintang dua tersebut membagi agendanya untuk mengawal penguatan ekonomi kerakyatan di Tulang Bawang Barat (Tubaba) sebelum bertolak ke tanah kelahirannya di Lampung Utara guna menerima penganugerahan gelar adat.


Jaga Ketahanan Ekonomi di Tubaba, Rangkaian kerja dimulai pagi hari pukul 08.43 WIB saat helikopter yang membawa Pangdam beserta rombongan, termasuk Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, mendarat mulus di Lapangan Sepak Bola Desa Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tubaba.


Kehadiran jenderal nomor satu di Kodam XXI/RI ini bertolak langsung menuju Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa/Tiyuh Pulung Kencana setempat untuk melakukan peninjauan strategis.


Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, S.H., yang hadir mewakili Bupati, menyambut hangat kedatangan Pangdam. Dalam sambutannya, Nadirsyah menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar lembaga keuangan dan barang, melainkan pilar kemandirian ekonomi yang bergerak berbasis gotong royong demi menjaga ketahanan pangan masyarakat dari akar rumput.


"Sinergi antara TNI melalui Babinsa dengan kelompok tani dan koperasi terbukti mampu menciptakan stabilitas wilayah. Ketika ekonomi desa kuat, ketahanan wilayah pun akan semakin kokoh," ujar Nadirsyah mengapresiasi peran TNI.


Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menekankan pentingnya kehadiran koperasi dalam struktur pangsa pasar desa.

"KDKMP ini berdiri bukan sebagai pesaing warung-warung warga, tapi sebagai rantai pasok agar harga disesuaikan dan adil bagi semua pihak. Kami atur mekanismenya agar tidak ada yang dirugikan," tegas Pangdam.


Pangdam juga berpesan agar masyarakat menjaga fasilitas tersebut dengan baik dan bijak menyaring informasi demi kondusivitas program strategis nasional. Sebelum berpamitan, Pangdam menyempatkan diri menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar wilayah koperasi Tiyuh Pulung Kencana.


Pulang Kampung ke Kabupaten Lampung Utara, Kristomei Sianturi yang lahir di Kotabumi, Resmi Menyandang Gelar 'Raja Satria Negara'. Usai merampungkan agenda ekonomi di Tubaba, tepat pukul 09.46 WIB, helikopter Pangdam segera take off menuju Stadion Sukung Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.


Kunjungan kali ini terasa sangat emosional megah luar biasa, bagi sang Jenderal. Suku boleh Batak, namun bumi Kotabumi merupakan tanah kelahiran sekaligus tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya. di bumi Kotabumi pulalah ia akan kembali ke tanah asal kelahirannya.


Setibanya di lapangan stadion sukung Kotabumi, rombongan yang disambut hangat Jajaran forkopimda, tokoh agama, tokoh adat dan toma, menuju Rumdis Bupati Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., sebelum bertolak menuju kediaman tokoh adat Ansyori Sabak di Jalan Teratai, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan.


Di lokasi inilah prosesi sakral adat Lampung, "Angkon Muakhi" dimulai. (pengangkatan saudara), digelar. Dalam upacara adat yang dihadiri oleh para penyimbang adat Abung Siwo Migo, hingga elemen mahasiswa, Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara resmi diangkat menjadi warga kehormatan bagi masyarakat adat Lampung Utara dengan menyandang gelar kehormatan "Raja Satria Negara".


Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyebut momen historis ini bukan sekadar seremonial. "Acara adat ini mengukuhkan beliau sebagai putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Ini sejarah bagi anak cucu kita, bahwa latar belakang suku yang berbeda dapat menyatu dan diterima sepenuhnya di dalam masyarakat adat." tutur Bupati'.


Beliau merupakan aset daerah karena memiliki keterikatan dengan Lampung Utara sebagai tempat kelahirannya meski berasal dari suku Batak perjalanan hidup dan pengabdiannya membuat dirinya menjadi bagian dari masyarakat Lampung.


Acara Adat Angkon Muakhi dan pemberian gelar adat ini dilakukan agar jelas pengakuannya, dengan prosesi ini beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara khususnya Abung Siwo Migo. Ini menjadi sejarah bagi anak cucu kita bahwa seseorang dari latar belakang suku berbeda dapat menyatu diterima dan menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung. "Terang Bupati".


Prosesi penyematan gelar yang berlangsung khidmat itupun sukses memantik haru semua pihak. "Dari lubuk hati yang paling dalam, hari ini saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung. Tidak mungkin saya melupakan Kotabumi," ungkap Mayjen TNI Kristomei dengan penuh emosional saat memberikan sambutan.


Pangdam Kristomei Sianturi juga menambahkan komitmennya untuk terus berdiskusi dengan Pemda demi mengembalikan kejayaan masa lalu Lampung Utara sebagai pusat pertumbuhan wilayah. ketika seseorang telah diangkat menjadi saudara maka ia memiliki ikatan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga besar.


Dari lubuk hati yang paling dalam, baik atas nama pribadi maupun selaku Pangdam, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami melalui penganugerahan gelar adat ini. Bagi saya pribadi, ini adalah sebuah momen yang sangat mengharukan. Hari ini, saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara.


Sebagai Pangdam, dalam berbagai kesempatan saya banyak berdiskusi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Fokus diskusi kita sama, bagaimana kita bersama- sama mencari cara terbaik untuk membangun Lampung Utara. Kita ingin kabupaten ini maju, tidak tertinggal dari kabupaten lainnya, dan kalaulah bisa kita kembalikan kejayaan Lampung Utara seperti zaman dulukala, di mana wilayah ini merupakan kampung tua yang menjadi pusat dari segalanya." terang Pangdam XXI/RI Kristomei Sianturi".


Setelah menjalani rangkaian adat, Pangdam XXI/RI beserta rombongan menyempatkan diri singgah di Koramil 412-04/Kotabumi, disambut oleh Piket Koramil Kopka Dwi Sasmito, sebelum akhirnya kembali ke Stadion Sukung Kotabumi. pada pukul 12.50 WIB Pangdam dan rombongan bertolak via udara menuju Bandar Lampung. Seluruh rangkaian kunjungan kerja maraton di dua kabupaten ini berjalan aman, dan kondusif. #(Pendim 0412/LU).

























07 Juli 2026

Koramil 412-01/TBT Terima Pendistribusian Material Jembatan Perintis Armco di Pulung Kencana.

 

TULANG BAWANG BARAT– Jajaran Koramil 412-01/Tulang Bawang Tengah (TBT), Kodim 0412/Lampung Utara, bergerak cepat sambut dan terima pendistribusian material jembatan perintis armco dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat tiyuh. 


Pada Selasa sore (07/07/2026), TNI bersama warga setempat melaksanakan proses penurunan dan penerimaan material Jembatan Perintis Armco di titik Pulung Kencana 1, Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).


Penerimaan yang berlangsung mulai pukul 17.50 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Danramil 412-01/TBT, Kapten Chk Ujang Sugihardi, S.H., dengan didampingi tiga orang personel Babinsa. Hadir pula di lokasi, Kepala Tiyuh Pulung Kencana, Bapak Hendarwan, S.H., M.H., bersama belasan warga yang antusias ikut bergotong-royong membantu proses bongkar muat material jembatan.


Jembatan Perintis Armco ini sengaja dibangun di atas Sungai Pulung Kencana 1 yang memiliki lebar 4 meter. Rencananya, jembatan ini akan dibuat dengan panjang 6 meter lebar 4 meter Pemilihan jenis jembatan baja bergelombang (Armco) dinilai sangat tepat mengingat kondisi debit air sungai yang fluktuatif, di mana saat cuaca kering kedalaman air hanya sekitar 50 cm, namun bisa melonjak hingga 1 meter saat dilanda hujan deras.


Keberadaan jembatan ini memiliki peran yang sangat strategis bagi mobilitas warga. Selain menjadi penghubung utama antara Tiyuh Pulung Kencana dengan Tiyuh Marga Kencana, jalur ini juga merupakan jalur utama mobilitas perekonomian dan pendidikan yang saban hari dilewati oleh warga Tiyuh Pulung Kencana dan Tiyuh Candra Mukti.


Berdasarkan data di lapangan, jembatan ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang besar dengan penerima manfaat mencapai 3.025 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 9.902 jiwa. "Lokasi jembatan ini juga merupakan akses utama bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi sekaligus jalur perlintasan sarana pendidikan anak-anak sekolah.


Dengan dibangunnya Jembatan Armco ini, kita berharap transportasi warga menjadi lebih aman dan lancar, baik di musim kemarau maupun musim penghujan," ujar Danramil 412-01/TBT, Kapten Chk Ujang Sugihardi, S.H.


Kebersamaan Gotong-royong antara personel Koramil 412-01/TBT dan warga Tiyuh Pulung Kencana ini menjadi pemantik dalam menghidupkan semangat baru yang mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat akan selalu tumbuh di tingkat desa.#(Pendim 0412/LU).